Prestasi Belajar
Alamat blog: http://dininurfitria.blogspot.com/
Nama : Dini Nurfitria
NIM : 11140163000048
Kelas : 2b
Universitas :
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
Pengertian Prestasi Belajar
![]() |
| Gambar 1 Prestasi Belajar |
Prestasi Belajar berasal dari dua kata, yaitu prestasi dan belajar. Prestasi merupakan hasil yang telah di capai, dan belajar merupakan suatu proses perubahan dalam tingkah laku sebagai hasil respon pertama. Beberapa definisi belajar menurut para ahli :
- Menurut Cronbach dalam bukunya Educational Psychology menyatakan bahwa : “Learning is shown by a change in behavior as a result of experience”
- Menurut McGeoh (Skinner, 1958): “Learning is a change in performence as a result of practice”
- Menurut W. S. Winkel prestasi belajar adalah keberhasilan usaha yang dicapai seseorang setelah memperoleh pengalaman belajar atau mempelajari sesuatu.
- Menurut Djalal” prestasi belajar siswa adalah gambaran kemampuan siswa yang diperoleh dari hasil penilaian proses belajar siswa dalam mencapai tujuan pengajaran.
Dalam Al-Qur'an pula dijelaskan:
Surat Al-Alaq ayat 1-5, di samping sebagai ayat pertama juga sebagai penobatan Muhammad SAW sebagai Rasulullah atau utusan Allah kepada seluruh umat manusia untuk menyampaikan risalah-Nya.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ0خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ0اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ0الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ0عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ(العلق:1-5)
Artinya :
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang
mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa
yang tidak diketahuinya[2]).
Surat Al-Alaq
ayat 1-5, menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina dan
memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan.
Dengan kata lain, bahwa
manusia mulia di hadapan Allah apabila
memiliki pengetahuan, dan pengetahuan bisa dimiliki dengan jalan belajar.
Hubungan Psikologi terhadap Prestasi Belajar, bahwa :
Menurut Slameto(1998:56) mengemukakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, yaitu:Hubungan Psikologi terhadap Prestasi Belajar, bahwa :
Pembelajaran adalah suatu proses terjadinya interaksi antara pelajar dan
pengajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran , yang berlangsung dalam
suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula. Proses
pembelajaran berlangsung melalui tahap-tahap persiapan (desain pembelajaran),
pelaksanaan (kegiatan belajar mengajar) yang melibatkan pengajar dan siswa,
berlangsung di dalam kelas dan di luar kelas dalam satuan waktu untuk mencapai
tujuan kompetensi (kognitif, afektif dan psikomotorik) dan selanjutnya
dirumuskan dalam bentuk tujuan-tujuan pembelajaran.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa antara proses perkembangan dengan proses
belajar mengajar memiliki keterkaitan. Sehubungan dengan ini, setiap guru
sekolah selayaknya memahami seluruh proses dan perkembangan manusia, khususnya
siswa.
- Faktor InternalFaktor psikologi seperti intelegasi, perhatian, minat, bakat, motif, dan kelemahan

Gambar 3. Minat dan Bakat - Faktor Eksternal
Faktor Keluarga terdiri dari cara orang tua mendidik anak, ekonomi keluarga, dan suasana dalam keluarga.
![]() |
| Gambar 3. Keluarga |
Faktor Sekolah terdiri dari metode belajar, tugas belajar, dan suasana dalam sekolah.
![]() |
| Gambar 4. Sekolah |
Faktor Masyarakat terdiri dari kegiatan siswa dalam masyarakat, pergaulan.
Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa di Sekolah
Menurut M.A. Gozali (1985 : 123) mengemukakan bahwa perhatian adalah : Keaktifan jiwa yang dipertinggi. Jiwa itu semata-mata tertuju kepada suatu objek atau sekumpulan objek-objek. Sedangkan Wasty Sumanto mengemukakan tentang perhatian adalah : (1) Pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu objek, (2) Pendayagunaan kesadaran untuk menyertai aktivitas. (1989 : 32).
Ditinjau dari segi kepentingan pendidikan, maka perhatian mempunyai andil besar dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, dam hasil belajar siswa. Baik perhatian dari orang tua terhadap anaknya ataupun perhatian guru terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sebagaimana diutarakan sebelumnya, bahwa salah satu peran orang tua dalam upaya meningkatkan prestasi anaknya, adalah terjalinnya komunikasi atau interaksi edukatif yang secara disengaja mencurahkan perhatian kepada anaknya untuk mau belajar, bergairah, antusias, dan sungguh-sungguh. Karena perhatian orang tua merupakan tenaga psiskis yang dapat mendorong kegiatan belajar anaknya. Sehingga reaksi senang belajar, minat belajar, rajin dan sungguh-sungguh akan tumbuh pada diri anak yang pada gilirannya berkaitan erat dengan prestasi belajarnya. Sumadi Suryabrata mengemukakan bahwa : Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses, prestasinya lebih tinggi. (1984 : 18).
Oleh karena itu, perhatian orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan intelektual anak dalam belajar di sekolah. Sehingga menurut Slameto bahwa : Ia membantu mempengaruhi kemampuan intelektual anak agar dapat berfungsi secara optimal dan mencoba melengkapi program pengajaran. (1987 : 133).
Menurut hasil penelitian demikian menurut Zahara Idris, pekerjaan guru (pendidik) di sekolah akan lebih efektif apabila dia mengetahui latar belakang dan pengalaman anak didik di rumah tangganya. (1982 : 120). Lanjutnya; anak didik yang kurang maju dalam pelajaran, berkat kerjasama orang tua anak didik dengan pendidik, banyak kekurangan-kekurangan anak didik yang dapat diatasi. Disadari bahwa pendidikan atau keadaan lingkungan keluarga dapat membantu atau mempengaruhi keberhasilan belajar anak di sekolahnya.
Itulah sebabnya, pengaruh orang tua memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar anaknya, bahkan sebagaimana diungkapkan oleh Oemar Hamalik sebelumnya salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah bersumber dari lingkungan keluarga. Atau pendapat Madjid Noor (1979 : 43) : Peranan orang tua agar anaknya sukses dalam belajar di sekolah sebenarnya sangat besar bahkan bersifat menentukan.
Pengertian Evaluasi Prestasi Belajar
Menurut M.A. Gozali (1985 : 123) mengemukakan bahwa perhatian adalah : Keaktifan jiwa yang dipertinggi. Jiwa itu semata-mata tertuju kepada suatu objek atau sekumpulan objek-objek. Sedangkan Wasty Sumanto mengemukakan tentang perhatian adalah : (1) Pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa tertentu kepada suatu objek, (2) Pendayagunaan kesadaran untuk menyertai aktivitas. (1989 : 32).
Ditinjau dari segi kepentingan pendidikan, maka perhatian mempunyai andil besar dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar, dam hasil belajar siswa. Baik perhatian dari orang tua terhadap anaknya ataupun perhatian guru terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sebagaimana diutarakan sebelumnya, bahwa salah satu peran orang tua dalam upaya meningkatkan prestasi anaknya, adalah terjalinnya komunikasi atau interaksi edukatif yang secara disengaja mencurahkan perhatian kepada anaknya untuk mau belajar, bergairah, antusias, dan sungguh-sungguh. Karena perhatian orang tua merupakan tenaga psiskis yang dapat mendorong kegiatan belajar anaknya. Sehingga reaksi senang belajar, minat belajar, rajin dan sungguh-sungguh akan tumbuh pada diri anak yang pada gilirannya berkaitan erat dengan prestasi belajarnya. Sumadi Suryabrata mengemukakan bahwa : Aktivitas yang disertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses, prestasinya lebih tinggi. (1984 : 18).
Oleh karena itu, perhatian orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan intelektual anak dalam belajar di sekolah. Sehingga menurut Slameto bahwa : Ia membantu mempengaruhi kemampuan intelektual anak agar dapat berfungsi secara optimal dan mencoba melengkapi program pengajaran. (1987 : 133).
Menurut hasil penelitian demikian menurut Zahara Idris, pekerjaan guru (pendidik) di sekolah akan lebih efektif apabila dia mengetahui latar belakang dan pengalaman anak didik di rumah tangganya. (1982 : 120). Lanjutnya; anak didik yang kurang maju dalam pelajaran, berkat kerjasama orang tua anak didik dengan pendidik, banyak kekurangan-kekurangan anak didik yang dapat diatasi. Disadari bahwa pendidikan atau keadaan lingkungan keluarga dapat membantu atau mempengaruhi keberhasilan belajar anak di sekolahnya.
Itulah sebabnya, pengaruh orang tua memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar anaknya, bahkan sebagaimana diungkapkan oleh Oemar Hamalik sebelumnya salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa itu adalah bersumber dari lingkungan keluarga. Atau pendapat Madjid Noor (1979 : 43) : Peranan orang tua agar anaknya sukses dalam belajar di sekolah sebenarnya sangat besar bahkan bersifat menentukan.
Pengertian Evaluasi Prestasi Belajar
![]() |
| Gambar 8. Evaluasi |
Evaluasi adalah pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk dijadikan dasar penetapan ada-tidaknya perubahan dan derajat perubahan yang terjadi pada diri siswa atau anak didik. Evaluasi juga dapat diartikan penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Kata lain dari evaluasi biasanya dikatakan dengan tes, ujian, dan ulangan. Hal itu, dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat seberapa jauh hasil yang diperoleh oleh siswa.
Tujuan dan Prinsip Evaluasi Belajar
Tujuan evaluasi dapat dibagi menjadi dua segi, tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari evaluasi secara garis besarnya, mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan yang diharapkan, menilai metode belajar yang dipergunakan. Sedangkan untuk tujuan khusus dari evaluasi yaitu merangsang kegiatan siswa, memperbaiki mutu dan cara belajar, memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan siswa yang akan dilaporkan kepada orang tua.
Macam-macam Evaluasi Belajar
Jenis evaluasi berdasarkan tujuan
- Evaluasi diagnostik yaitu evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan siswa serta faktor-faktornya.
- Evalausi selektif yaitu evaluasi yang digunakan untuk memilih siswa yang paling tepat sesuai kriteria program.
- Evaluasi penempatan yaitu evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program tertentu sesuai kriteria siswa.
- Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar.
- Evaluasi sumatif yaitu evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dari kemajuan siswa.
Jenis evaluasi berdasarkan sasaran:
- Evaluasi konteks yaitu evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik rasional, atau tujuan yang muncul dalam perencanaan.
- Evaluasi input yaitu evaluasi yang diarahkan untuk menginput sumber daya strategi untuk mencapai tujuan.
- Evaluasi proses yaitu evaluasi yang ditujukkan untuk melihat proses pelaksanaan, kelancaran proses, dll.
- Evaluasi hasil atau produk yaitu evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai untuk menentukan keputusan.
- Evaluasi outcom atau lulusan yaitu evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut.
Jenis evaluasi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran:
- Evaluasi program pembelajaran
- Evaluasi proses pembelajaran
- Evaluasi hasil pembelajaran
Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi
Berdasarkan objek:
- Evaluasi input
- Evaluasi transformasi
- Evaluasi output
Berdasarkan subjek:
- Evaluasi internal
- Evalausi eksternal
Strategi Evaluasi
dari Berbagai Ranah Psikologis
Evaluasi psikoedukasi, baik pada anak, remaja, ataupun dewasa pada dasarnya akan menyentuh tiga ranah psikologis. Yaitu ranah cipta (kognitif), ranah rasa (afektif), dan ranah karsa (psikomotor).
Evaluasi psikoedukasi, baik pada anak, remaja, ataupun dewasa pada dasarnya akan menyentuh tiga ranah psikologis. Yaitu ranah cipta (kognitif), ranah rasa (afektif), dan ranah karsa (psikomotor).
a.
Evaluasi
Prestasi Kognitif
Mengukur keberhasilan siswa yang berdimensi
kognitif (ranah cipta) dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan tes
tertulis maupun tes lisan dan perbuatan. Karena semakin membengkaknya jumlah
siswa-siswa di sekolah, tes lisan dan perbuatan saat ini semakin jarang
digunakan. Alasan lain mengapa tes lisan khususnya kurang mendapat perhatian
ialah karena pelaksanaannya yang face to face (berhadapan langsung). Cara ini,
konon dapat mendorong penguji untuk bersikap kurang fair terhadap si teruji/peserta
didik tertentu.
Dampak negatif yang terkadang muncul dalam tes
yang face to face itu, ialah sikap dan perlakuan penguji yang subjektif dan
kurang adil, sehingga soal yang diajukan pun tingkat kesukarannya berbeda
antara satu dengan yang lainnya. Di satu pihak ada siswa yang diberi soal yang
mudah dan terarah (sesuai dengan topik) sedangkan di pihak lain ada pula siswa
yang ditanyai masalah yang sukar bahkan terkadang tidak relevan dengan topik.
Untuk mengatasi masalah subjektivitas itu, semua
jenis tes tertulis baik yang berbentuk subjektif maupun yang berbentuk objektif
(kecuali tes B-S), seyogjanya dipakai sebaik-baiknya oleh para guru. Namun
demikian, apabila anda menghendaki informasi yang lebih akurat mengenai
kemampuan kognitif siswa, selain tes B-S, tes pilihan berganda juga sebaiknya
tidak digunakan. Sebagai gantinya, anda sangat dianjurkan untuk menggunakan tes
pencocokan (matching test), tes isian, dan tes esai. Khusus untuk
mengukur kemampuan analisis dan sistesis siswa, anda lebih dianjurkan untuk
menggunakan tes esai, karena tes ini adalah ragam instrument evaluasi yang dipandang
paling tepat untuk mengevaluasi dua jenis kemampuan akal siswa tadi.
b.
Evaluasi
Prestasi Afektif
Dalam merencanakan penyusunan instrument tes
prestasi siswa yang berdimensi afektif (ranah rasa) jenis-jenis prestasi
internalisasi dan karakterisasi sebaiknya mendapat perhatian khusus. Karena
kedua jenis prestasi ranah rasa itulah yang lebih banyak mengendalikan sikap
dan perbuatan siswa.
Salah satu bentuk tes ranah rasa yang populer
ialah likert scale yang tujuannya untuk mengidentifikasi kecenderungan atau
sikap orang. Bentuk skala ini menampung pendapat yang mencerminkan sikap sangat
setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Rentang skala
ini diberi skor 1 sampai 5 atau 1 sampai 7 bergantung kebutuhan dengan catatan
skor-skor itu dapat mencerminkan sikap-sikap mulai sangat “ya” sampai sangat “tidak”.
Perlu pula dicatat, untuk memudahkan identifikasi jenis kecenderungan afektif
siswa yang representatif item-item skala sikap sebaiknya dilengkapi dengan label/identitas
sikap yang meliputi:
a.
Doktrin, yaitu pendirian,
b.
Komitmen (ikrar) untuk melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan,
c.
Penghayatan (pengalaman batin), dan
d.
Wawasan, pandangan, atau cara memandang sesuatu.
Hal lain yang perlu diingat guru yang hendak menggunakan skala sikap
ialah bahwa dalam evaluasi ranah rasa yang dicari bukanlah benar dan salah,
melainkan sikap atau kecenderungan, setuju atau tidak setuju. Jadi, tidak sama
dengan evaluasi ranah cipta yang secara principal bertujuan mengungkapkan kemampuan
akal dengan batasan salah dan benar.
c.
Evaluasi
Prestasi Psikomotor
Cara yang dipandang tepat untuk mengevaluasi
keberhasilan belajar yang berdimensi ranah psikomotor (ranah karsa) adalah observasi.
Dalam hal ini observasi dapat diartikan sebagai sejenis tes mengenai peristiwa,
tingkah laku, atau fenomena lain dengan pengamatan langsung. Namun, observasi
harus dibedakan dengan eksperimen, karena eksperimen pada umumnya dipandang
sebagai salah satu cara observasi.
Guru yang hendak melakukan observasi perilaku
psikomotor siswanya hendaklah mempersiapkan langkah-langkah yang cermat dan
sistematis menurut pedoman yang terdapat dalam lembar format observasi yang sebelumnya
telah disediakan baik oleh sekolah maupun oleh guru itu sendiri.
Aplikasi Evaluasi
Prestasi Belajar
Pada prinsipnya, pengungkapan hasil belajar ideal meliputi segenap
ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar
siswa. Namun demikian, pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu,
khususnya ranah murid sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar
itu bersifat intangible (tak dapat diraba). Oleh karena itu, yang dapat
dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah
laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang
terjadi sebagai hasil belajar siswa, baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun
yang berdimensi karsa.
Kunci pokok untuk memperoleh ukuran dan data hasil belajar siswa
sebagaimana yang terurai di atas adalah mengetahui garis-garis besar indikator
(penunjuk adanya prestasi tertentu) dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak
diungkapkan atau diukur. Berikut tabel panjang mengenai kunci pokok dalam
mengguanakan alat evaluasi yang dipandang tepat, reliabel, dan valid.
Kelebihan dan Kelemahan Tes Objektif dan Tes Essay - Test Objektif
Tes objek adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif. Kelebihan test objektif yaitu:
- Kelebihan test objektifa. Tidak memerlukan waktu lamab. Test Objekctif tidak memperdulikan penguasaan bahasa, sehingga mudah dilaksanakan.
- Kelemahan Test Objekctifa. murid sering menerka-nerka jawaban, sehingga mereka belum sepenuhnya menguasai jawabanb. Tidak bisa mengajak murid untuk berpikir kritis dan tinggi.macam macam Test Objekctif, yaitu:
- Salah-benar atau true- false
Bentuk memiliki soal yang berupa statement. Kelebihannya yaitu tidak sulit untuk menentukan jawaban pengecoh dan pembuat soal lebih mudah karena hanya mengarah pada 2 option.Merupakan tes yang menggunakan pengertian/ pernyataan yang yang belum lengkap. Kelebihan pilihan ganda yaitu dapat menggunakan rumus singkat, pokok soal diringkas dengan jelas, jelas, dan tegas, serta penilaiannya lebih mudah, objektif, dan dapat dipercaya. Namun kelemahannya, yaitu kurang menggambarkan sebuah proses, sulit menemukan pengacau.Sebuah pertanyaan yang kalimatnya dihilangkan. Kelebihan tes isian yaitu sangat mudah tempat, sangat mudah dalam penyusunnya. Kelemahannya yaitu lebih condong mengungkap daya ingat atau hafalan saja, tester kurang hati-hati dalam penyusun kalimat soal.- Jawaban Singakt
Bentuk tes ini menghendaki jawaban dengan kalimat dan atau angka-angka yang hanya dapat dinilai benar atau salah. Kelebihan tes ini yaitu mudah dalam pembuatan, cocok untuk soal-soal hitungan. Kelemahan yaitu sulit menyusun kata-kata, penilaian menjemukan dan memerlukan waktu banyak.- Menjodohkan
Soal menjodohkan sebenarnyamasih merupakan pilihan ganda, perbedaannya adalah pilihan ganda terdiri dari atas item dan option, kemusian testil tinggal memilih salah satu option yang diberikan. Sedangkan menjodohkan terdiri atas kumpulan soal dan jawaban secara acak. Kelebihannya yaitu waktu membaca soal dan memberikan jawaban relatif singkat, mudah untuk dibut, mudah penulisan soalnya, penilaian mudah, objektif, dan dapat dipercaya. Sedangkan kelemahannya yaitu sulit untuk mencari pasangannya, siswa tidak berkembang dan tidak bisa memecahkan soal yang lebih rumit, tidak dapat mengembangkan daya pikir siswa.B. Test EssayTes essay adalah tes dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan jawaban sendiri-sendiri.KelebihanPeserta didik dapat mengorganisasikan jawabannya dan dapat mengembangkan daya pikir siswa, serta murid tidak menerka-nerka jawabannya. Kelemahan sukar dinilai secara tepat, dan membutuhkan waktu yang relatif lama.Pertanyaan- Evaluasi pendidikan di Indonesia menggunakan nilai UAS dan UN. Bagaimana cara pemakalah sebagai penilai?
- Menurut pemakalah test objektif seperti apa yang baik menurut pemakalah untuk mengetahui prestasi belajar siswa?
- Sistem kelulusan di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh nilai UAS, terkadang banyak dari sekolah memanipulasi nilai tersebut, lalu apa pendapat pemakalah sendiri mengenai hal itu?
Jawab:- Menurut pemakalah, prestasi belajar siswa tidak sepenuhnya ditentukan oleh sistem kelulusan, melainkan dari penilaian gurunya sendiri. Nah untuk UAS dan UN itu hanya sekedar jembatan agar lebih memudahkan pendidik menilai hasil yang dicapai dan tujuannya. Serta menjadi gambaran tentang pendidikan nasional.
- Menurut pemakalah yaitu Jawaban Singkat, hal itu karena Jawaban Singkat kekurangannya lebih sedikit dibandingkan yang lain.
Jika UN hasilnya dipukul rata antara anak malas dan rajin dan hasilnya pun akan sama., menurut pemakalah hal itu tidak masalah apabila ada pendokrakan nilai, karena nilai UAS berasal dari penilaian guru, dan guru berhak memberikan sesuai penilaiannya karena yang tahu perkembangan peserta didik hanya guru yang mendidiknya.KesimpulanDapat disimpulkan bahwa proses belajar merupakan tingkat manusia yang dimiliki oleh siswa dalam menerima, menolak, dan menilai informasi-informsi sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran, yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar.DAFTAR PUSTAKAGambar 1. joelians.wordpress.comGambar 2. heartframe.wordpress.comGambar 3. sitinurnoviyanti2811.wordpress.comGambar 4.www.dpbbmboss.comGambar 5. gambardanfoto.comGambar 8 blog-kusaeri.blogspot.com
Gambar 9 www.slideshare.net
Syah, Muhibbin. 2010.Psikologi Pendidikan.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.Saifudin, Azwar/. 1996. Pengantar Studi Intelegenci. Jogyakarta: Pustaka BelajarSlameto. 1998. Belajar dan Faktor-faktor yang memepengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
http://thephinisicenter.blogspot.com/2013/05/urgensi-belajar-menurut-al-quran-kajian.html
http://izza-allyve.blogspot.com/2013/03/evaluasi-dan-prestasi-belajar.html









Komentar
Posting Komentar