Konsep Diri
Psikologi Pendidikan
Nama : Dini Nurfitria
NIM : 11140163000048
Kelas : 2b
Universitas :
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
a. Menurut Burnes (1993)
KONSEP DIRI
![]() |
| Gambar 1 Konsep Diri |
Setiap manusia
membutuhkan suatu konsep mengenai dirinya sendiri, untuk itu kita harus
memahami terlebih dahulu apa itu konsep diri, dan bagaimana perkembangan konsep
diri seseorang.
Konsep diri
berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris yaitu concept yang berarti
ide utama, sedangkan diri dalam bahasa Inggris yaitu self yang berarti
personal(Oxford Dictionary). Konsep diri (Self concept) merupakan suatu
bagian yang penting dalam setiap
pembicaraan kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang unik pada
manusia, sehingga hal itu yang membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya.
Beberapa ahli konsep diri individu sebagai berikut :
a. Menurut Burnes (1993)
![]() | ||||||||||||||
|
Konsep diri adalah suatu gambaran yang apa kita pikirkan berasal dari
pendapat orang lain, konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri
individu, dan bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi
yang diberikan orang lain pada diri individu.(Mulyana,2000:7)
b.
Menurut
Hurlock (1990:58)
Konsep diri merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki indivifu
tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial,
emosional, aspirasi, dan prestasi.( Elizabeth, 2008:58)
c..
Menurut
William D. Brooks
d.
Menurut
Santrock
Konsep diri merupakan evaluasi yang domain-spesifik yang dilakukan terhadap
dirinya.
Ada 2 jenis konsep diri yaitu : konsep diri
positif dan konsep diri negatif.
1. Konsep diri positif
Konsep diri yang positif lebih kepada penerimaan
akan dirinya sendiri. Orang yang memiliki konsep diri positif cenderung lebih
percaya diri dan memahami betul tentang dirinya, baik itu kelebihan atau
kekurangannya. Serta dapat merancang tujuan-tujuan yang ingin dicapai sesuai
kemampuan yang dimilikinya.
Konsep diri negatif terdiri dari 2 tipe, yang
pertama yaitu individu yang tidak mengetahui betul tentang dirinya, tidak mengetahui
kelabihan dan kekurangan.
Itulah
2 jenis konsep diri, yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Hal itu
tumbuh karena ada beberapa aspek. Seperti aspek pengetahuan, harapan, dan
penilaian. Pengetahuan adalah aspek pertama dari konsep diri. Seseorang yang
memiliki pengetahuan akan dirinya, pasti lebih mudah memahami tentang dirinya.
Pengetahuan seperti ini dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan
kelompok pembandingnya. (gambar pengetahuan dirinya sendiri). Sebuah
pengetahuan saja tidaklah cukup, setiap manusia memiliki harapannya
masing-masing. Disamping manusia mengetahui siapa dirinya, menusia pun harus
mengetahui apa yang diketahui.
Perkembangan konsep diri.
Konsep diri yang dimiliki manusia tidak terbentuk secara instan, melainkan
butuh proses. Awal mula seorang individu yang tidak memiliki dan tidak
mengetahui apa-apa. Namun, siring berkembangnya, dan pengaruh dari luar maka
terbentuklah suatu konsep dari diri seseorang. Adanya pengaruh dari luar
berasal dari “orang lain”. Orang lain disini, bukan berasal dari diri kita
sendiri, tetapi bisa berasal dari orang tua, teman, masyarakat, reaksi dan
interaksi, perbandingan dengan orang lain, dan peranan individu itu sendiri.
Konsep diri yang sehat menurut Candles ada 3,
yaitu:
1.
Tepat
dan sama
Tepat dan sama artinya tepat dan sama dengan kenyataan
dan situasi yang ada, berdasarkan dengan kemampuan yang dimilikinya. Misalnya,
ketika saya akan menghadapi ujian fisika, saya selalu berfikir saya bisa
menyelesaikan soal-soal fisika. Akhirnya, saya bisa mengerjakan ujian fisika,
walaupun tidak 100%. Tapi, sebagian saya bisa melakukannya dengan baik.
2.
Fleksibel
Konsep diri yang sehat biasanya ditandai dengan
keluwesan dan kefleksibelan yang cukup. Misalnya, seorang individu dapat
memerankan perannya dengan baik di perkuliahan dan pada saat di dalam keluarga.
3.
Kontrol
diri
Hal ini sangat
penting dalam konsep diri. Sebagai seorang manusia yang memiliki keterbatasan,
kita harus mampu mengontrol diri kita sendiri. Bukan (mengontrol diri)
Setiap orang memiliki
konsep diri yang berbeda-beda, ada yang memiliki konsep diri positif dan ada
pula yang memiliki konsep diri negatif. Lalu, bagaimana kita mengahadapi
seorang yang memiliki konsep diri negatif tipe kedua?hal pertama, beri ia
arahan yang baik sesuai pandangan dirinya sendiri, pelan-pelan kita mengikuti
pandangannya. Apabila ia melakukan kesalahan, beri nasihat yang bisa diterima
oleh dirinya, jangan memaksa, dan tetap sabar menghadapi orang seperti itu,
serta berikania pengertian yang lebih. Sedikit demi sedikit orang itu, akan
sadar dan akan bisa menerima pendapat orang lain yang berbeda dengan
pandangannya.
Bagaimana cara meningkatkan konsep diri ketika diri kita sendiri tidak
mengetahui betul diri kita sendiri? Renungkanlah, atau berikan ia penghargaan
apa yang menjadi kemampuannya sehingga tumbuh konsep dirinya. Bagaimana solusi
untuk orang tua yang tidak mendukung perkembangan konsep diri anaknya? Sebagai
seorang anak memiliki hak untuk membentuk apa yang diinginkannya, sebagai
sebagai seorang anak harus memberikan penjelasan apa seperti apa dirinya kepada
orang tuanya, mungkin hal itu karena orang tua tidak mengetahui betul tentang
anaknya, atau kurangnya perhatian orang tua, dan sebagai seorang orang tua
janganlah menghacurkan konsep diri anaknya, dan lebih perhatian lagi.
Intinya, konsep diri sebuah pandangan tentang dirinya sendiri. Kita harus
memiliki konsep diri, agar kita memiliki tujuan hidup yang ingin dicapai.
Konsep diri akan menghasilkan sesuatu sesuai yang dikonsep diri seseorang.
Konsep diri saya sendiri:
Upaya Orang Tua dan Guru Dalam Membentuk Konsep Diri dan Implikasinya bagi Pendidikan
Konsep diri sangatlah penting bagi manusia,
khususnya dalam perkembangan psikologis peserta didik, konsep diri peserta
didik mempengaruhi proses belajar dan mempengarhui prestasinya. Peserta didik
yang memiliki konsep diri yang baik akan berdampak pada timbunya rasa nyaman
dalam belajar, dan siswa yang memiliki permasalahan di sekolah pada umumnya
mereka memiliki konsep diri yang rendah. Maka dari itu, sebagai calon pendidik
kita harus membantu mengembangkan konsep diri peserta didik. Inilah upaya bagi
pendidik, untuk meningkatkan konsep diri peserta didik, antara lain:
1.
Membuat siswa merasa dihargai dan mendapat
dukungan dari guru. Seorang siswa ingin dihargai dan diberi dukungan yang
maksimal oleh gurunya. Jangankan mereka, kita saja sebagai pendidik masih ingin
dihargai oleh siswa. Maka dari itu, mulailah memberi dukungan dari yang paling
kecil sekalipun. Karena dengan adanya dukungan, seorang siswa akan merasa bahwa
ia bisa dan tidak akan putus asa.
2.
Membuat siswa merasa mampu. Salah satu
permasalahan sekarang, yaitu banyak pendidik yang meremehkan kemampuan siswa.
Ketika, siswa tersebut sering membuat kesalahan, atau masalah. Pendidik
tersebut langsung meremehkan dan membeda-bedakan perhatiannya. Contohnya ada
seorang siswa yang sering membuat masalah di sekolahnya, setiap hari ia selalu
membuat onar dan tidak jarang ia selalu mendapat nilai jelek. Suatu ketika,
siswa tersebut mendapat nilai tertinggi di kelasnya. Akan tetapi, bukan kata
“selamat” yang ia dapat, melainkan cibiran atau sindiran dari gurunya. Seolah-olah
ia mencontek kepada temannya. Hal inilah yang sangat berbahaya kedepannya.
Berbahaya karena bisa mematahkan semangat siswa tersebut untuk lebih berusaha,
jika ada siswa yang selalu mendapatkan nilai jelek, berikan ia semangat dan
pikiran positif bahwa ia bisa. Jangan meremehkan kemampuan siswa, karena setiap
siswa memiliki kemampuannya masing-masing.
Disamping itu, peran orang tua pun harus membantu
untuk mengembangkan konsep diri seorang anak. Upaya orang tua dalam
meningkatkan konsep diri peserta didik, antara lain:
1. Menonjolkan
aspek-aspek positif dari remaja dan meredam kemarahan mereka. Orang tua harus
bisa memberikan hal-hal yang positif dan dapat meredam kemarahan mereka ketika
sedang marah. Usia peserta didik sedang dalam proses pubertas. Proses
kelabilan, yang mana kondisi psikologis
dan pemikirannya masih dalam tahap perkembangan yang bisa berganti dan tidak
menentu. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus bisa meredam kemarahannya,
bukan malah memancing kemarahan mereka.
2. Memberikan kesempatan
bagi anak dalam bentuk ide maupun hasil karya dan keterampilan.
Kesimpulan
Konsep diri merupakan cara pandang secara menyeluruh
mengenai dirinya, yakni meliputi kemampuannya, perasaan yang dimiliki, kondisi
fisik maupun lingkungannya. Konsep diri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu konsep
diri positif dan konsep diri negatif. Gambaran mental yang dimiliki oleh
individu memiliki 3 aspek yaitu pengetahuan yang dimiliki, pengharapan untuk
dirinya serta penilaian mengenai dirinya sendiri.
Daftar Pustaka
http:// personalityfuji.wordpress.com
http:// prasetyomardi.blogspot.com
http:// warlymanyasari.blogspot.com
http:// saefulzaman.blogdetik.com
http:// challengeweight.tumblr.com
http:// azainal112.blogspot.com
http:// galangromadhon.wordpress.com
http:// cita-citaku.com
http:// soaljawabanujian.blogspot.com
http:// chiequn.wordpress.com
B. Hurlock, Elizabeth.2008. Perkembangan
Anak. Jakarta: Erlangga.
Desmita, Psikologi Perkembangan
Didik. 2011. Bandung: Remaja Rondakarya.
|














Komentar
Posting Komentar