Psikologi Pendidikan
Nama : Dini Nurfitria
NIM : 11140163000048
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
Definisi Psikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan menurut salah satu tokoh yang saya sukai yaitu menurut Witherington dalam bukunya Educational Psychology terjemahan M. Bukhori (1978) memberikan definisi psikologi pendidikan sebagai A systematic study of the process and factor involved in the educational of human being is called educational psychology, yakni bahwa psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.(Muhibbinsyah, 1995) Walaupun dalam definisi di atas, istilah “proses”masih bersifat umum, tapi menurut saya psikologi pendidikan sebuah studi yang memaparkan atau menjabarkan tentang proses-proses pendidikan manusia secara sistematis. Studi yang menjelaskan perbedaan proses pendidikan di berbagai uisa dan tingkatannya. Apalagi menjadi seorang calon pendidik haruslah benar-benar memahami konsep psikologi pendidikan, karena merupakan salah satu kunci keberhasilan kita menjadi seorang pendidik.
Psikologi Pendidikan menurut salah satu tokoh yang saya sukai yaitu menurut Witherington dalam bukunya Educational Psychology terjemahan M. Bukhori (1978) memberikan definisi psikologi pendidikan sebagai A systematic study of the process and factor involved in the educational of human being is called educational psychology, yakni bahwa psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.(Muhibbinsyah, 1995) Walaupun dalam definisi di atas, istilah “proses”masih bersifat umum, tapi menurut saya psikologi pendidikan sebuah studi yang memaparkan atau menjabarkan tentang proses-proses pendidikan manusia secara sistematis. Studi yang menjelaskan perbedaan proses pendidikan di berbagai uisa dan tingkatannya. Apalagi menjadi seorang calon pendidik haruslah benar-benar memahami konsep psikologi pendidikan, karena merupakan salah satu kunci keberhasilan kita menjadi seorang pendidik.
Manusia adalah makhluk yang sangat kompleks, ia tidak bisa diterka,
dipahami secara kasat mata. Jika hewan dan tumbuhan sangat mudah dipelajari,
lain halnya dengan manusia yang sangat sulit dipelajari. Manusia memiliki
karakter yang berbeda-beda, para ahli psikologi berkeyakinan bahwa saudara
kembar memiliki karakter yang sama, apa lagi berbeda keluarga, berbeda suku dan
negara, pastilah memiliki karakter yang berbeda-beda. Mengapa hal ini demikian?
Penyebabnya bisa berbagai faktor yang mempengaruhi, baik faktor dari dalam (Intrinsik)
atau faktor dari luar (ekstrinsik)
. Setiap perilaku individu memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Bagi
orang –orang bekerja berhadapan dengan benda mati, tidak perlu memahami
manusia. Tapi, bagaimana dengan orang –orang yang sering bekerja berhadapan
dengan orang banyak? Pastilah mau tidak mau ia harus mempelajari perilaku
manusia. Seperti dalam dunia pendidikan, sebuah keharusan bagi seorang pendidik
melaksanakan profesinya sesuai keadaan peserta didiknya. Maka dari itu peran
Psikologi Pendidikan sangat penting, manfaat psikologi pendidikan selain untuk
mengajar, tentunya agar seseorang memiliki pemahaman yang lebih baik kepada
individu lain, sehingga dengan pemahaman itu ia dapat memberikan perilaku yang
bijaksana. Pendidik yang mempelajari
psikologi pendidikan pasti ia sudah mengerti karakteristik muridnya, mengetahui
cara menghadapinya, dan membuat metode yang dapat diterima oleh muridnya. Tugas
seorang guru tidak hanya mengajar, melainkan tugas guru yaitu mendidik,
membimbing, dan membentuk kepribadian yang baik. Jikalau seorang guru tidak
paham tentang psikologi pendidikan, tidak paham diri sendiri dan orang lain,
bagaimana ia bisa memahami muridnya, bagaimana ia bisa mengontrol perkembangan
anak didiknya. Karena kemampuan, minat, dan bakat murid berbeda-beda. Psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri, juga mempunyai metode untuk
mendapatkan faktra, kesimpulan, dugaan, hipotesis, teori dan dalil-dalil baru
untuk memajukan mengembangkan atau mengadakan pengujian dan pembuktian.( Ahmad
Fauzi, 1997)
Pemahaman manusia dalam mempelajari ilmu terutama ilmu psikologi pasti
berbeda-beda, metode yang sesuai untuk memudahkan saya lebih memahami psikologi
pendidikan yaitu dengan cara metode klinis. Pendekatan metode klinis ini lebih
kepada penyesuaian seseorang terhadap lingkungan atau lebih tepatnya, kita terjun
langsung untuk mengamati, menilai, dan cara menangani masalah yang terjadi.
Sehingga ketika kita terjun ke dunia masyarakat yang sesungguhnya, kita sudah
memiliki bekal dalam mengatasi berbagai masalah. Metode klinis ini biasanya
dilakukan di rumah sakit, kemasyarakatan, dll. Dalam hal pelaksanaannya,
peneliti menyediakan benda-benda disukai oleh anak yang diteliti, sehingga
lebih memudahkan kita untuk mengetahuinya dan membuat data-data perkembangan.
Walaupun metode ini hanya diberlakukan untuk menyelidiki anak yang berkelainan. Akan tetapi dengan metode ini kita menjadi
lebih paham faktor yang melandari masalah tersebut. Dalam metode klinis juga
mementingkan intensitas dan ketelitian yang sungguh-sungguh, metode klinis
tidak jauh berbeda dengan metode eksperimen, karena sama-sama melakukan
percobaan. Akan tetapi, dalam metode klinis lebih ditekankan pada masalah yang
real dan peneliti terjun langsung dalam mengamati atau mempelajari masalah yang
berkecimpung di dunia pendidikan.
Pertumbuhan mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran atau
fungsi-fungsi mental, sedangkan perkembangan mengandung makna pemunculan hal
yang baru. (Ahmad Fauzi,1997) . Pada saat mempelajari pertumbuhan dan perkembangan
hal yang paling menyenangkan yaitu ketika mempelajari proses pertumbuhan dan
perkembangan seseorang. Begitu sempurnanya Allah SWT telah menciptakan
manusia sangat terperinci dan berproses. Dimulai kita lahir di dunia yang belum
mengetahui apapun, lalu kita mulai tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak,
remaja, dewasa, tua dan akhirnya meninggal.
Dalam Ayat Al-Qur’an (Q.S Al-Mu’min 40:67) :
“Dialah yang menciptakanmu dari tanah kemudian dari
tetesan (nutfah), sesudah itu dari segumpal darah (alaqah); kemudian
dilahirkan-Nya kamu tumbuh kepada masa (dewasa yang penuh kekuatan); kemudian
(dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, diantara kamu ada yang diwafatkan
sebelum itu, Kami perbuat demikian supaya kamu sampai kepada ajal yang
ditentukan dan supaya kamu memahaminya. (QS Al-Mu’min 40:67)”
Proses demi proses dilalui, semakin tumbuh dan berkembangnya seseorang maka berbagai kebutuhan pun semakin besar. Sangat luar biasa Allah menciptakan makhluk-Nya dengan tahapan-tahapan yang telah diperhitungkan dan sesuai.
| Teori Belajar |
Jika teori belajar behaviorisme
lebih menekankan stimulus-respon. Guru yang menganut Humanisme lebih memerhatikan minat dan keinginan
siswa, serta merespon perasaan
siswa, lebih menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah
dirancang, berdialog dan berdiskusi, menghargai keinginan siswa dalam hal
belajar. (Novina Suprobo, 2011) .
Multiple Intelligences
Multiple Intelligences adalah istilah atau teori dalam kajian tentang ilmu kecerdasan yang memiliki arti “kecerdasan ganda” atau “kecerdasan majemuk”. Teori ini ditemukan dan dikembangkan oleh Howard Gardner, seorang psikolog perkembangan dan profesor pendidikan dari Graduate School Of Education, Harvad University, Amerika Serikat. Intellegence menjelaskan bahwa setiap orang memilki bermacam-macam kecerdasan, tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda antara kecerdasan yang satu dengan kecerdasan lainnya. (Yusuf Wibisono,2015) .Intelligence yang dominan dari diri saya sendiri yaitu interpersonal.
وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
“Dan (juga) pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tiada memperhatikan” (Q.S.
adz-Dzariyat/52 : 21)Kecerdasan interpersonal ialah kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak, temperamen, serta gerakan tubuh orang lain. Kepekaan akan ekspresi wajah, suara, isyarat dari orang lain juga termasuk dalam kecerdasan ini. (Yusuf Wibisono, 2015) . Sejak saya duduk di SMA (karena SMP belum ada organisasi), saya selalu aktif mengikuti kegiatan sekolah dan berkecimpung di dunia organisasi.
![]() |
| Http://www.idrommyharper.blogspot.com |
Motivasi
Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya ”feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.(Sardiman, 1986). Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ada 3 pokok penting, yaitu perubahan energi, terbentuknya “feeling”, karena adanya tujuan. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan dalam diri seseorang, berupa kegiatan fisik. Pokok selanjutnya yaitu terbentuknya “feeling”. Motivasi akan menimbulkan berupa rasa “feeling” tersebut. Kata “feeling” identik dengan perasaan, emosional, kejiwaan. Munculnya motivasi pasti ada sebabnya, berupa sebuah tujuan yang ingin dicapai. jadi, motivasi ini sebuah respon dari tujuan. Menurut 3 pokok tadi dapat disimpulkan bahwa motivasi sesuatu yang komplek, motivasi menimbulkan terjadinya perubahan energi yang ada dalam diri manusia berkaitan dengan perasaan, kejiwaan, dan emosional dalam mencapai suatu tujuan.
Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya ”feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.(Sardiman, 1986). Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ada 3 pokok penting, yaitu perubahan energi, terbentuknya “feeling”, karena adanya tujuan. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan dalam diri seseorang, berupa kegiatan fisik. Pokok selanjutnya yaitu terbentuknya “feeling”. Motivasi akan menimbulkan berupa rasa “feeling” tersebut. Kata “feeling” identik dengan perasaan, emosional, kejiwaan. Munculnya motivasi pasti ada sebabnya, berupa sebuah tujuan yang ingin dicapai. jadi, motivasi ini sebuah respon dari tujuan. Menurut 3 pokok tadi dapat disimpulkan bahwa motivasi sesuatu yang komplek, motivasi menimbulkan terjadinya perubahan energi yang ada dalam diri manusia berkaitan dengan perasaan, kejiwaan, dan emosional dalam mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari diri sendiri untuk melakukan tindakan dalam mencapai tujuan. Sedangkan motivasi eksternal adalah hal dan keadaan yang berasal dari luar individu yang mendorong individu untuk melakukan tindakan dalam mencapai tujuaannya. ( Muhibbin syah, 2010)
Kedua faktor ini sangat berkaitan dan mempengaruhi saya untuk belajar di
jurusan Pendidikan Fisika. Pertama yaitu faktor internal, Fisika adalah salah
satu ilmu yang saya sukai daripada ilmu yang lain. Menurut saya ilmu fisika
sangat dekat dengan ilmu lainnya dan sangat mudah diaplikasikan dalam
kehidupan, banyak fenomena-fenomena yang dikaji oleh ilmu fisika. Contohnya
ketika saya mengerjakan soal-soal, dan soal-soal tersebut sulit dikerjakan. Ada
rasa keinginan tersendiri dari diri sendiri untuk memecahkan soal tersebut.
Sehingga saya berusaha mencari cara untuk bisa memecahkan soal tersebut. Faktor
kedua yaitu faktor eksternal . Sejak saya duduk di bangku SMA, Ilmu fisika
sangat tidak disukai oleh siswa. Bahkan tidak hanya di sekolah saya, melainkan
di sekolah manapun juga mengalami hal serupa. Penyebabnya memang ilmu fisika
itu sulit (terlalu banak rumus) dipahami, selain itu rata- rata pengajar yang
menyampaikannya pun tidak semenarik ilmunya. Sehingga membuat saya bertekad
untuk menjadikan ilmu fisika sebagai ilmu yang menyenangkan, dan menarik bagi
siswa. Mungkin yang lebih mempengaruhi saya yaitu lingkungan dan keluarga.
Mengapa demikian? Karena ketika saya sedang merasa lelah, dan malas belajar
sendiri. Lalu, saya melihat lingkungan sekitar, yaitu teman-teman saya yang sangat
giat, membuat saya tergoyahkan untuk ikut belajar pula, untuk lebih semangat
lagi, dan hasilnya terjadi perubahan dalam diri sendiri menjadi lebih semangat
dari pada saya belajar sendiri. Apalagi pada saat menyelesaikan soal-soal
fisika yang begitu rumit, ketika saya belajar bersama(diskusi kelompok)
seakan-akan soal tersebut sangat mudah diselesaikan, dibanding menyelesaikannya seorang diri. Faktor
eksternal lainnya yaitu keluarga, keluarga adalah hal yang terpenting dalam
hidup saya, ketika saya malas kuliah, dan pada saat itu pun saya teringat
kesusahan orang tua, problematika yang selalu datang pada orang tua saya,
membuat saya termotivasi untuk belajar giat lagi. Begitulah faktor- faktor yang
mempengaruhi saya untuk tetap melanjutkan studi di Pendidikan Fisika.
DaftarPustaka
Sukmadinata, Nana syaodih. 2003. Landasan psikologi proses pendidikan. Bandung: PT.
Remaja
Rosdakarya.
Sardiman. 2012. Interaksi & Motivasi
Belajar Mengajar. Depok: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
Muhibbinsyah.
1995. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT REMAJA
ROSDAKARYA.
Nadlir, dkk.
2009. Psikologi Belajar Edisi Pertama. Surabaya: Amanah Pustaka.
Fauzi, Ahmad.1997.
Psikologi Umum. Lingkar Selatan: CV PUSTAKA SETIA.
http://novinasuprobo.wordpress.com/2008/06/15/ teori-belajar-humanistik/
https:
//copast-master-blogspot.com/2012/10/makalah-teori-belajar-aliran.html
http://garasikeabadian.blogspot.com/2013/03/multiple-intelligence.html
http://www. inori-to-shigoto.blogspot.com
Gambar 1.1 Bentuk-bentuk Belajar (Adaptasi Ausubeul &
Robinson, 1969; dalam Hidayah, 2005)






Komentar
Posting Komentar