Kreativitas
Psikologi Pendidikan
Alamat blog: http://dininurfitria.blogspot.com/
Nama : Dini Nurfitria
NIM : 11140163000048
Kelas : 2b
Universitas :
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
Kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berfikir tentang sesuatu cara yang baru dan tidak biasa (unusual) dan menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan”(seniawan,1999:89). Jadi kreativitas itu adalah suatu kemampuan yang baru dan berbeda atau tidak biasa serta dapat menghasilkan penyelesaian yang unik pada masanya. Contohnya orang yang menemukan handphone pertama kali, ia sangat kereatif pada masanya. Akan tetapi, untuk saat ini yang jamannya sudah banyak model handphone tidak bisa dikatakan kreatif. Berdasarkan contoh di atas kita dapat mengetahui bahwa, seseorang dikatakan kreatif jika ia bisa menciptakan hal yang baru dan belum pernah ada sebelumnya. Adapun definisi kreativitas itu dapat dikaji melalui the Four P’s of Creativity (Person, Product, Process, and Press)
Kreativitas sebagai pribadi(Person), kreativitas mencerminkan tentang keunikan individu dalam pikiran-pikirannya. Misalnya, ada orang yang memiliki ide-ide yang unik dan cemerlang.
Kreativitas sebagai produk (Product), suatu karya dapat dikatakan kreatif jika karya tersebut belum pernah ada pada sebelumnya atau orisinal dan bermakna bagi individu atau lingkungannya.
Kreativitas sebagai proses (process) yaitu menyibukkan diri secara kreatif yang menunjukkan kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas dalam berfikir. Menurut para ahli psikologi, berpendapat kreativitas bahwa berpikir kreatif pada dasarnya suatu proses untuk melihat atau menciptakan hubungan antara proses dan alam di bawah sadar.
Kreativitas sebagai press, menurut bahasa MacKinnon (Rosinaksky, 1970) situasi yang kreatif, maksudnya suatu kondisi di dalam atau di luar, baik itu kondisi lingkungan sosial, kultural, dan kerja yang memberikan kemudahan atau yang mendorong untuk berpikir kreatif.
Teori Kreativitas
- Teori Psikoanalisis
Menganggap bahwa kreativitas itu proses ketidaksadaran melandari kreativitas. Jadi kreativitas merupakan manifestasi dari kondisi psikopatologis.
- Teori assosiasionistik
Teori ini memandang bahwa kreativitas berasal dari kombinasi antara elemen-elemen yang telah ada, sehingga menghasilkan yang sesuatu yang baru.
- Teori Gestalt
Menurut teori ini kreativitas sebagai manifestasi dari proses hubungan atau interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
- Teori Eksistensial
Kreativitas suatu proses untuk melahirkan sesuatu yang baru melalui perjumpaan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam.
- Teori Interpersonal
Kreativitas dalam konteks lingkungan sosial. Jadi ada yang menempatkan sebagi inovator dan orang di sekililingnya sebagai pihak yang mengakui hasil kreativitas.
- Teori Trait
Menurut teori mengidentifikasi ciri-ciri atau karakteristik-karakteristik utama kreativitas.
Peningkatan Kreativitas dalam Sistem Pendidikan
Pengembangan kreativitas dalam pendidikan sangat penting dilakukan melalui ketetapan MPR-RI No.11/MPR/1983 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara sebagai berikut:
“Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segala bidang yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapat sekaligus meningkatkan produktivitas, kreativitas, mutu, dan efesiensi kerja.” Maka dari itu, hendaknya sistem meningkatkan dan merangsang pemikiran, sikap, dan perilaku yang kreatif-produktif, di samping pemikiran logis dan penalaran.
Upaya Membantu Kreativitas dan Implikasinya dalam Pendidikan
Sebenarnya, banyak sekali meningkatkan kreativitas anak didik dalam pendidikan, karena mereka sedang dalam proses perkembangan. Adapun upaya untuk meningkatkan kreativitas adalah:
- Pendidik harus memahamipikiran dan perasaan anak didik.
- Pendidik mendorong anak untuk mengungkapkan gagasan-gagasan tanpa hambatan.
- Pendidik tidak memaksakan pendapat, pemikiran, tertentu kepada anak.
Sebenarnya sangat banyak sekali upaya dalam mengembangkan kreativitas seseorang, apalagi kepada anak-anak yang memiliki jumlah sinapsis atau koneksi di otak dua kali lebih besar daripada orang dewasa rata-rata. Untuk mengembangkan kemampuan bahasa misalnya, biasakan orang tua atau guru menjalin percakapan dengan anak, ajaklah ia berbicara dengan suara lantang, berilah kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Untuk mengembangkan kemampuan matematika misalnya, orang tua atau guru dapat melatih mereka dengan menghitung benda-benda yang terdapat di lingkungan sekitarnya. Intinya dalam mengembangkan kreativitas khususnya pada anak, sangat banyak yang bisa dilakukan. Semua kegiatan harus menyenangkan dan mengandung unsur pendidikannya.
Pertanyaan:
- Tingkatan apa siswa memiliki kreativitas yang berkembang pesat?
- Mengapa masih ada pengajar yang masih tidak mempertimbangkan kreativitas siswa? Bagaimana akibatnya pada siswa?
- Bagaimana seseorang yang memiliki ide tetapi dia tidak berani mengungkapkan, apa dia termasuk orang yang kreatif?
Jawaban
- Menurut saya hal itu bukan dilihat sari jenjang sekolahnya, tetapi pada usia 1-3 tahun sudah mulai berkembang pesat. Selain itu, berhubungan pula dengan pertumbuhan dan perkembangan, yang terdiri dari 4 tahap:
- Faktor : pertama kurangnya pendidikan dan pengetahuan guru, sehingga diperlukan sosialisasi bagi para pengajar tentang betapa pentingnya kreativitas. Jika masih banyak guru yang seperti itu, hal itu bisa berbahaya bagi siswa. Karena dapat membatasi kreativitas seseorang. Jika kreativitas dibatasi akibatnya generasi muda tidak akan berkembang dan kalah saing dengan negara lain.
- Semua hal pasti ada prosesnya, jika ia tidak bisa mengungkapkan kekreativitasnya harus ada orang yang bisa mendorong ia untuk berani mengungkapkannya. Karena sangat disayangkan jika hal itu terjadi, akan membuat ia memiliki kreativitas yang terbatas.
Pertanyaan Sebelum Materi Kreativitas
1. Emosi apa yang terjadi pada hari ini?
Senang, lelah, tapi optimis.
2. Gambaran emosi seminggu yang lalu?
Kesal, sangat senang, bahagia.
3. Berikan judul dan gambarkan!
![]() |
| Gambar pohon kelapa |
Jadilah seperti pohon kelapa
Artinya kita harus bisa mengikuti manfaat yang diberikan oleh pohon kelapa, pohon kelapa memberikan berbagai manfaat bagi makhluk lainnya. Maka dari itu, kita harus bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak.
4. Andaikata dilarang tersenyum, apa saja yang akan terjadi?
- Semua manusia akan terlihat seperti zombie.
- Semua orang akan terlihat tua
5. Andaikata saya tidak belajar psikologi pendidikan, apa yang akan terjadi?
- Dunia pendidikan akan mati dan monoton
- Tidak tahu bagaimana memahami karakteristik siswa
6. Buatlah 3 pertanyaan untuk materi kreativitas!
1.
Andaikan kreativitas dapat membahayakan manusia,
apakah yang akan terjadi?
Sebenarnya, bahaya atau tidaknya suatu hasil kreativitas
itu sendiri tergantung pada orang sendiri. Jika kita memanfaatkan kekreativitas
dengan baik, maka hasilnya pun akan baik dan dapat memberikan manfaat yang
banyak kepada ummat manusia. Namun, apabila kita memanfaatkannya untuk keperluan
yang buruk, maka hasilnya pun akan buruk bagi kita semua dan bisa membahayakan.
Menurut saya, kreativitas yang dimiliki seseorang tidak
ada batasannya. Karena manusia memiliki akal pikiran yang selalu berkembang.
Islam sendiri telah menjelaskan bahwa Al-Qur’an mendorong manuisa untuk
berfikir. Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk menggunakan akal pikiran
kita. Allah telah memberikan kita keistimewaan dibandingkan dengan makhluk
lainnya dengan adanya akal pikiran dan kecerdasan yang tinggi.
Kita kembali lagi pada pengertian kreativitas,
kreativitas merupakan kemampuan berfikir
untuk menghasilkan hal yang baru dan unik. Apabila ia masih bisa berfikir maka
kreativitasnya tidak akan mati.
DAFTAR PUSTAKA
Insan ibnu abdurrahman. Juni 2011. Kreatif Berfikir
dalam Perspektif Islam. http: file:///D:/KULIAH%20DINI/semester%202/Psi%20kopend/kreativitas/Kreatif%20Berfikir%20dalam%20Perspektif%20Islam%20-%20Pustaka%20Si%20Lebah.htm. Diakses pada hari Rabu, 20 Mei 2015 pkl.
21.00.
Munandar, utani. 1999. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas
Anak Sekolah. Jakarta: PT.
Gramedia
Widiasarana Indonesia.
Semiawan, Conny R. 1999. Perkembangan dan Belajar
Peserta Didik. Jakarta: Direktorat
Jenderal
Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar Departemen Pendidikan
dan
Kebudayaan.




Komentar
Posting Komentar